Dr. Hendra Achiari, ST. MT dalam Seminar Internasional dengan Materi Tsunami Disaster Experience and Risk Management Policy in Indonesia

Pada Tanggal 11 May 2021, anggota KK Teknik Pantai FTSL ITB, Dr. Hendra Achiari, ST. MT telah memaparkan materi Lecture pada seminar Internasional (webinar) berjudul: Tsunami Disaster Experience and Risk Management Policy in Indonesia. Adapun seminar Internasional ini bertema PIANC- Asia Seminar 2021 – Coastal Disaster Prevention Coastal Disaster Prevention (Tsunami, Storm Surge/High Waves), yang diorganized oleh PIANC- Japan. PIANC adalah sebuah asosiasi internasional untuk Infrastruktur transportasi melalui Air (=Waterborne), https://www.pianc.org.

Selain Dr. Hendra Achiari, ST. MT, Pembicara Internasional lain yang memberikan lecture pada seminar tersebut adalah: Prof. Tomoya Shibayama (dari Waseda University, Japan) dan Dr. Mario P. De Leon (dari De La Salle University, Philippines).

Seminar Internasional ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kebencanaan pantai yang dihadapi oleh masyarakat, sehingga PIANC-Japan menghadirkan Para Ahli untuk membagikan pembelajaran dan juga teknologi mutakhir dalam menekan dampak kebencanaan di area pantai. Seminar dihadiri oleh 255 peserta peneliti dari 27 negara/regional.

Informasi dari kegiatan webinar dapat dilihat pada Link PIANC-Japan: PIANC Asian Seminar 2021 (Webinar) | News | PIANC-Japan (pianc-jp.org)

Pemaparan slide materi Lecture oleh Dr. Hendra Achiari, ST. MT pada acara seminar PIANC-Japan
Pemaparan Lecture dari Mr. Taishi Yamamoto dari Ministry of Land Infrastructure Transport and Tourism Japan
Penutupan Acara Seminar oleh Ketua PIANC-Japan/Vice President PIANC Headquarters : Mr. Mitsuhiko Okada yang didampingi oleh Prof. Shibayama – Waseda University- Japan

Peran Kelompok Keahlian Teknik Pantai ITB dalam Pencarian KRI Nanggala

Tenggelamnya KRI Nanggala menjadi duka bagi Bangsa Indonesia. Sejak dinyatakan hilang kontak 21 April 2021, semua pihak bergotong royong mencari keberadaan “Monster Bawah Laut” tersebut, termasuk Kelompok Keahlian Teknik Pantai FTSL ITB.

Dari pengamatan udara, ditemukan tumpahan minyak di lokasi sekitar penyelaman KRI Nanggala. Berawal dari informasi tersebut, Ketua KK Teknik Pantai; Muslim Muin, Ph.D; melakukan simulasi Backtracking Oil Source menggunakan MoTuM untuk memperoleh sumber tumpahan lalu berkoordinasi dengan TNI AL agar dilakukan penelusuran pada lokasi tumpahan, namun Tim SAR tetap tidak berhasil mendapatkan kontak. Hal ini berarti KRI Nanggala berada di bawah area tumpahan minyak.

Selanjutnya Muslim Muin membuat Daerah Kemungkinan Posisi Nanggala dalam bentuk Poligon sebagai dasar penyisiran lapangan. Sore hari pada tangal 24 April 2021, ditemukan beberapa serpihan KRI Nanggala yang kemudian ditindaklanjuti dengan simulasi sebaran serpihan dengan Software MuDrillingCutting untuk memudahkan Tim SAR dalam pencarian sebaran serpihan di lapangan.

Keberhasilan SAR TNI AL ini tidak lepas dari canggihnya KRI Rigel beserta kru dan kepercayaan penuh TNI AL kepada hasil simulasi Model Hidrodinamika 3D buatan putera bangsa, sehingga penyisiran menggunakan Side Scan Sonar dan ROV lebih fokus pada daerah hasil simulasi.

Kelompok Keahlian Teknik Pantai FTSL ITB mengucapkan turut berduka cita atas gugurnya prajurit TNI AL KRI Nanggala.

Alamsyah Kurniawan, Ph.D. dalam The 21st Congress of International Association for Hydro-Environment Engineering and Research – Asia Pasific Division, Yogjakarta

21st Congress of International Association for Hydro-Environment Engineering and Research – Asia Pasific Division (IAHR – APD) diselenggarakan di Yogjakarta, Indonesia pada 2 – 5 September 2018. Kongres ini diselenggarakan oleh UGM bersama dengan beberapa universitas swasta seperti Universitas Katolik Parahiyangan (UNPAR) dan Institut Teknologi Medan (ITM). Pihak lain seperti perusahaan konstruksi dan konsultan juga diundang untuk mengorganisir acara melalui berbagai kegiatan termasuk persiapan poster dan pameran, tur kota, serta program sosial.

Dalam kesempatan ini, Alamsyah Kurniawan, Ph.D. sebagai anggota Kelompok Keahlian Teknik Pantai FTSL ITB memaparkan paper berjudul Analyzing Harbor Location and Orientation Based on Waves Conditions: A Case Study at West of Borneo yang disusun bersama Krisnaldi Idris, Ph.D. dan Bayu Mujahiddin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis ketepatan lokasi pelabuhan akibat kondisi gelombang di sebelah barat Kalimantan berdasarkan statistik data gelombang simulasi 5 (lima) tahun.

Alamsyah Kurniawan, Ph.D. dalam The 37th IAHR World Congress, Malaysia

Alamsyah Kurniawan, Ph.D. sebagai salah satu anggota Kelompok Keahlian Teknik Pantai mengikuti 37th IAHR World Congress, di Kuala Lumpur Malaysia pada tanggal 13-18 Agustus 2017. Dalam konferensi tersebut, Alamsyah Kurniawan, Ph.D. memaparkan paper berjudul Tidal Bore Generation at The Easturies of The East Coast of Sumatra.

Penelitian menganalisis tentang proses fisik fenomena “Bono” pada sungai Kampar, Rokan, Indragiri, dan Siak di sepanjang sisi timur Pulau Sumatra, dimana terjadi gelombang yang masuk dari muara hingga jarak tertentu ke arah hulu sungai. Hasil penelitian diharapkan dapat bermanfaat dalam pengelolaan fenomena tersebut.

Mengenai IAHR itu sendiri adalah adalah organisasi internasional independen ahli sumber daya air dengan bidang ilmu hidro-lingkungan dan aplikasi praktisnya.

Dr. Nita Yuanita di I-OCEANS 2019, Kuala Terengganu – Malaysia

The International Conference on Ocean, Engineering Technology and Environmental Sustainability 2019 (I-OCEANS 2019) diselenggarakan pada 5 – 7 Agustus 2019 di Kuala Terengganu, Malaysia. Acara ini adalah inisiatif pertama dari the School of Ocean Engineering, Universiti Malaysia Terengganu dalam menyelenggarakan konferensi internasional yang melibatkan tiga bidang utama, yaitu kelautan, teknologi rekayasa, dan lingkungan yang berkelanjutan. Tujuan penyelenggaraan acara ini adalah untuk mempromosikan penelitian dan memfasilitasi pertukaran ide baru di beberapa bidang yang telah disebutkan di atas antar berbagai kalangan, baik akademisi maupun praktisi. Kegiatan yang berlangsung diantaranya plenary, keynote speeches, dan oral presentations.

Dalam konferensi tersebut, Dr. Nita Yuanita yang merupakan anggota Kelompok Keahlian Teknik Pantai FTSL ITB menghadirkan paper berjudul “Physical Model of Natural Coastal Protection System: Geobag-Dyke Performance to Effectiveness of Natural Coastal Protection System” bersama Alamsyah Kurniawan, Ph.D., Muhammad Luqman Al Hakim, Krisna Reynaldi Irawan, dan Novianto Wono Saputra. Penelitian Dr. Nita Yuanita dkk mengulas tentang keefektivan kinerja geobag sebagai upaya perlindungan alami pantai. Penelitian yang akan diterbitkan dalam Journal of Sustainabillity Science and Management ini diharapkan dapat bermanfaat dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang infrastruktur teknik pantai.

 

Muslim Muin, Ph.D. sebagai Keynote Speaker dalam the 3rd International Water Safety Symposium, Korea

Pada Juni 2018, The 3rd IWSS (International Water Safety Symposium) diselenggarakan di Incheon, Korea. Acara ini diikuti oleh peneliti dan pakar dari berbagai negara untuk berbagi pengetahuan terkait water safety untuk meningkatkan pemahaman dunia tentang water safety dilihat dari berbagai aspek dan sudut pandang. Simposium yang diselenggarakan oleh International Drowning Prevention Alliance (IDPA) mengintegrasikan pengembangan ilmu kelautan, pendidikan publik serta strategi pelatihan untuk mengurangi resiko kecelakaan di lingkungan perairan seperti kolam renang, tepi laut, serta pantai.

Dalam IWSS 2018, Muslim Muin, Ph.D. selaku Ketua Kelompok Keahlian Teknik Pantai FTSL ITB mendapat kesempatan untuk menjadi Keynote Speaker pertama dengan judul ”Three Dimensional Non-Orthogonal Curvilinear Ocean Hydrodynamics Water Quality Model and Description of Software MoTuM, MuQual3D, MuSed3D and MuDrillCutting3D” didampingi oleh Entin Karjadi, Ph.D., Dr. Nita Yuanita, dan Izqi Yustina, S.T, M.T.  Beliau menjelaskan tentang sejarah 3D Non-Othogonal Curvilinear Model serta pengembangan perangkat lunak yang berawal dari hasil disertasi saat menyelesaikan pendidikan doktoral di University of Rhode Island (1993). Beberapa perangkat lunak yang tergabung dalam MuTeknologi dapat membantu banyak pihak dalam menganalisis pola hidrodinamika perairan yang berkaitan dengan keamanan perairan termasuk untuk pariwisata, tanggap darurat serta perlindungan lingkungan perairan. Beliau menuturkan beberapa contoh kasus yang telah dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak tersebut, seperti perubahan pola aliran, tumpahan minyak, pengecekan kualitas air, transportasi sedimen serta reklamasi dan pengerukan di beberapa Negara terutama di Indonesia.