Peran Kelompok Keahlian Teknik Pantai ITB dalam Pencarian KRI Nanggala

Tenggelamnya KRI Nanggala menjadi duka bagi Bangsa Indonesia. Sejak dinyatakan hilang kontak 21 April 2021, semua pihak bergotong royong mencari keberadaan “Monster Bawah Laut” tersebut, termasuk Kelompok Keahlian Teknik Pantai FTSL ITB.

Dari pengamatan udara, ditemukan tumpahan minyak di lokasi sekitar penyelaman KRI Nanggala. Berawal dari informasi tersebut, Ketua KK Teknik Pantai; Muslim Muin, Ph.D; melakukan simulasi Backtracking Oil Source menggunakan MoTuM untuk memperoleh sumber tumpahan lalu berkoordinasi dengan TNI AL agar dilakukan penelusuran pada lokasi tumpahan, namun Tim SAR tetap tidak berhasil mendapatkan kontak. Hal ini berarti KRI Nanggala berada di bawah area tumpahan minyak.

Selanjutnya Muslim Muin membuat Daerah Kemungkinan Posisi Nanggala dalam bentuk Poligon sebagai dasar penyisiran lapangan. Sore hari pada tangal 24 April 2021, ditemukan beberapa serpihan KRI Nanggala yang kemudian ditindaklanjuti dengan simulasi sebaran serpihan dengan Software MuDrillingCutting untuk memudahkan Tim SAR dalam pencarian sebaran serpihan di lapangan.

Keberhasilan SAR TNI AL ini tidak lepas dari canggihnya KRI Rigel beserta kru dan kepercayaan penuh TNI AL kepada hasil simulasi Model Hidrodinamika 3D buatan putera bangsa, sehingga penyisiran menggunakan Side Scan Sonar dan ROV lebih fokus pada daerah hasil simulasi.

Kelompok Keahlian Teknik Pantai FTSL ITB mengucapkan turut berduka cita atas gugurnya prajurit TNI AL KRI Nanggala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *